Rabu, 06 Januari 2016

Be Writer



Sama, perasaan geregetan selalu dirasakan ketika membaca buku atau postingan di blog-blog penulis kece, seperti mba Asma Nadia, mba Triani Retno A Full, Mba Zihan Davincka atau blognya Mba Dewi Lestari. Rasanya gimana gitu, kapan ya saya bisa jadi seorang penulis kece seperti mereka ? 
Buku, Novel, cerpen, dan banyak lagi bentuk karya tulisan telah mereka hasilkan, dan terbitkan. Luar biasa !


Ya, saya memang sedang terobsesi jadi penulis. Cieee.... :p senyum sendiri. Saya selalu teringat sebuah quote keren dari Pramodya Ananta Toer, yang berbunyi :
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” 

Setelah membaca kutipan tersebut saya jadi berfikir, alangkah bahagianya ketika suatu saat nanti ketika saya telah tiada, orang akan tetap mengenang saya, meski hanya lewat sebuah tulisan. Apalagi saat bisa menghasilkan sebuah tulisan yang bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Telah banyak buku yang saya baca tentang dunia kepenulisan, yang saya tangkap memang menulis itu bukan untuk dipikirkan tapi untuk dikerjakan. Memang saya selalu bingung ketika pertama kali membuat sebuah karya tulis. Tapi dari situ saya selalu menyikapinya dengan menulis apa yang saya gelisahkan tersebut, maka jadilah sebuah tulisan. :)


Blog, itulah jalan saya sekarang untuk bisa memulai berkecimpung di dunia kepenulisan. Blog memberi saya ruang untuk mengekspresikan diri lewat sebuah tulisan. Banyak hal yang biasa saya tulis, saya tidak pernah memikirkan orang akan berkomentar apa, saya juga tidak galau ketika ada pembaca yang bilang blog saya blog nyurhat dikarenakan tulisan saya banyak bercerita tentang hal-hal yang ya...mirip-mirip curhatan gitu :D

Menulis bagi saya bagaikan obat, ketika saya sedih, kecewa, galau, dan banyak perasaan yang gimanaa...gitu ! dengan menulis pikiran saya selalu merasa lebih plong dan rileks, bisa dibuktikan lho, jika sahabat ada yang mau mencoba :)

Meskipun begitu, kita memang tak bisa juga menulis dengan semaunya, maksudnya untuk hal-hal yang sensitif, seperti berbau SARA.

So, yuk sama-sama belajar menulis, mulai menulis, menulis dan konsisten menulis. Kemudian rasakan manfaatnya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar